Kritik sastra: ciri, fungsi, kelebihan, jenis, tujuan, aspek

Arti kalimat efektif
Buka baca cepat

Kalimat efektif adalah rangkaian kalimat berdasarkan aturan yang berlaku, mis. B. Faktor-faktor penting yang harus dimiliki setiap kalimat (subjek dan predikat). Perhatikan ejaan lengkapnya. serta cara menentukan kata yang tepat dalam sebuah kalimat. Kalimat yang melengkapi aturan tersebut jelas bagi pembaca dan pendengar.
Tujuan kalimat efektif

 

Kritik-sastra-ciri-fungsi-kelebihan-jenis-tujuan-aspek
Pahami kritik sastra

Buka baca cepat

Kritik sastra adalah bidang studi sastra yang digunakan untuk menilai karya sastra, membuat penilaian, dan membuat keputusan tentang kualitas atau non-kualitas karya sastra yang dihadapi kritikus.
Pentingnya kritik sastra menurut para ahli

Berikut ini adalah beberapa pendapat para ahli kritik sastra, yaitu sebagai berikut:

1. Menurut Graham Hough

Kritik sastra tidak terbatas pada pemrosesan dan penentuan teks, interpretasi dan penilaian nilai, tetapi kritik sastra mencakup pertanyaan yang lebih luas tentang apa itu sastra, untuk apa dan bagaimana kaitannya dengan masalah kemanusiaan lainnya.
2. Menurut Abrams dalam Studi Sastra

Kritik sastra merupakan salah satu cabang ilmu yang berhubungan dengan perumusan, klasifikasi, deskripsi dan evaluasi karya sastra.
3. Menurut Rene Wellek dan Austin Warren

Kritik sastra dapat diartikan sebagai salah satu objek kajian sastra (cabang kajian sastra) yang melakukan analisis, interpretasi, dan evaluasi terhadap teks sastra.

Sejarah kritik sastra

Kritik sastra merupakan bagian dari kajian sastra. Istilah kritik dalam kajian sastra di Indonesia sudah dikenal luas, sehingga tidak menutup kemungkinan istilah kritik sastra memiliki pengertian yang berbeda-beda. Istilah yang dapat diterima adalah pemahaman rinci tentang kritik sastra, definisi yang didasarkan pada latar belakang sejarah yang luas berdasarkan referensi yang tersedia. Kata kritik (Kritik, Wellek, 1978: 21) dapat dikaitkan dengan berbagai bidang masyarakat seperti politik, pertahanan, ekonomi, sosial budaya, sejarah, musik, seni dan filsafat.

Dan jika dikaitkan dengan sastra, maka itu berarti kritik sastra. Kata kritik juga bisa dikaitkan dengan kritik, kritik, kritik. Sejak awal kata kritik berasal dari kata krities yang artinya “menilai”, krinein yang artinya “menilai”, kriterrion berarti “dasar penilaian”, kritikos berarti “hakim sastra” (Wellek dalam Pradopo, 2002: 31 )). Jika ada kata dalam kamus: kritik berbentuk kritik, kritik berarti keamanan / kupas, la kritik berarti mengupas, mempelajari atau mengulas. Dari keempat terminologi tersebut, yang paling relevan untuk kajian sastra adalah istilah kritik.

Berikut ini ikhtisar singkat dari sejarah panjang kritik sastra:

500 SM Kegiatan kritik sastra pertama kali muncul pada masa Xenophanes dan Heraclitus, yang mencela seorang penyair bernama Homer. Mereka berpendapat bahwa karya Homer menceritakan kisah tidak senonoh dan kebohongan tentang dewi, yang menurutnya sifat dewi diceritakan secara tidak senonoh, yaitu identik dengan pencurian, perzinahan dan kecurangan. Plato menyebutnya sebagai “kontradiksi lama antara puisi dan filsafat”.
Kritik tradisional di atas diikuti oleh tokoh-tokoh Yunani seperti Aristhophanes pada 385 SM. Melalui karyanya The Frogs yang dikritik Euripides berbeda dengan penyair tragis pendahulunya Aeschylus, yaitu karya bernilai sosial / moral dengan karya bernilai seni. Aristhophanes mulai melakukan musyawarah antara seni untuk masyarakat yang bermanfaat bagi pembacanya dan seni sastra yang secara eksklusif melayani seni sastra itu sendiri atau hanya untuk kepentingan estetika (Suroso et al., 2010: 11).
Plato melihat 427-347 SM Dalam bukunya Republic, bahwa karya sastra yang baik mengandung tiga syarat utama: ada ajaran moral yang lebih tinggi, ada kegembiraan dan ada ketepatan dalam bentuk ekspresinya.
Aristteles melihat 384-322 SM. Dalam bukunya Poetica bahwa karya sastra imajinatif merepresentasikan sebuah alternatif dunia model pengarang.
Dalam konteks kritik modern, berlaku buku Julius Caesar, Criticus dari 1484-1585 SM. Chr. Sebagai karya yang penting, bahkan pengarangnya dianggap kritik yang hebat.
Seiring waktu, kata kritik menjadi semakin penting dalam konteks studi sastra modern. Dalam literatur Latin klasik, istilah Criticius jarang digunakan. Dan hanya dapat ditemukan dalam tulisan Hieron to Longinus.
Di Eropa abad pertengahan, penggunaan kata kritik juga mulai goyah. Dimana istilah tersebut hanya muncul dalam dunia kedokteran dan mengacu pada suatu kondisi penyakit yang mempengaruhi jiwa B.

 

LIHAT JUGA :

https://teknologia.co.id/
https://butikjersey.co.id/
https://kabarna.id/
https://manjakani.co.id/
https://sewamobilbali.co.id/
https://deevalemon.co.id/
https://cipaganti.co.id/
https://pulauseribumurah.com/
https://pss-sleman.co.id/
https://mitranet.co.id/